Pages

2013-01-30

Tips Atasi Masalah Dalam Berteman

Tips - Tips Atasi Masalah Dalam Berteman Proses belajar berteman tak selalu mulus dilalui oleh balita. Perbedaan karakter dan perkembangan psikologis anak akan menimbulkan masalah tersendiri. Sikap yang perlu ditindaklanjuti :
1. Agresif atau menyerang, seperti mendorong, memukul, menendang, menarik rambut dan merebut atau merampas. Atasi dengan cara: Hentikan segera, jauhkan korban dari pelaku penyerangan. Tatap mata anak yang menyerang, katakan dengan tegas; “Nakal. Tidak boleh memukul.” Tak perlu penjelasan panjang lebar. Kendalikan diri Anda, meski Anda marah. Dengan terampil mengendalikan diri, anak belajar dari Anda untuk mengendalikan diri. Minta anak yang menyerang untuk minta maaf. Anak usia ini bisa diajak bicara soal perasaannya. Biasakan anak mengekspresikan perasaannya dengan kalimat, bukan pukulan. Jangan pukul balik anak bila ia memukul anak lain. Anak akan belajar, agresi adalah cara menyelesaikan masalah.

2. Bullying seperti; memeras, mengancam, mengintimidasi atau menekan. Bila buah hati. Anda korban bully: Dorong anak untuk menceritakan pengalaman dan perasaannya. Tetap tenang, dengarkan dengan empati. Katakan, “Yuk, kita coba atasi bersama.” Pelajari situasinya, tanyakan pada anak bagaimana ia diperlakukan oleh temannya di sekolah. Katakan dengan lembut, bahwa ia tidak bersalah karena anak usia ini cenderung berpikir egosentris dan menyalahkan diri sendiri. Tingkatkan rasa percaya diri anak, ajarkan ia cara menghentikan bully dengan asertif, menolak segala bentuk intimidasi dan menghindarinya. Ajarkan anak berkata, “Aku nggak mau!” Bicara dengan guru wali kelas atau kepala sekolah bahwa anak Anda korban bully. Jangan berhubungan langsung dengan orang tua pelaku bully, biarkan kepala sekolah bertindak sesuai caranya.

DIFFERENT IS BEAUTIFUL :)

Segala sesuatu yang berbeda dan beragam pasti cenderung memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda pula. Akan tetapi tidak semua perbedaan memiliki tujuan berbeda, banyak juga ditemui perbedaan – perbedan yang memiliki tujuan yang sama hanya saja pengemasannya yang berbeda. Nah, perbedaan yang memiliki tujuan yang sama inilah yang cenderung menimbulkan perpecahan dan masalah. Dua perbedaan yang memiliki tujuan sama biasanya akan mengukuhkan dirinya sendirilah yang akan unggul. Berbeda dengan perbedaan yang memiliki tujuan berbeda pula, mereka bisa saling melengkapi satu sama lain sehingga bisa menjadi kebersamaan yang indah. Inilah yang disebut indahnya perbedaan. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua, itulah semboyan negara kita, Indonesia. Bukan hanya berlaku untuk hubungan internasional antar negara, tapi semboyan ini pun layak disandangkan dalam prinsip hubungan pertemanan di hidup keseharian kita. Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia memiliki lima kepulauan besar yang didalamnya terdapat keberagaman suku, agama, ras dan budaya yang berbeda. Betapa indahnya sebuah pertemanan bila bisa dijalin diatas semua perbedaan itu. Dan nyatanya memang bisa, kok. Berikut tipsnya untuk sobat REMBOWW :
  1. Saya putih, kamu hitam, no problem! Masih saja membedakan teman dari warna kulit? Hei, negara Indonesia terkenal dengan ramah tamahnya. Sikap seperti itu sudah seharusnya tidak ada. Keberagaman justru menjadi ciri bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya. Positifnya, punya teman yang beda warna kulit justru membuat kita menjadi tidak bosan. Bila dibandingkan dengan hanya berteman sesama warna kulit, bukankah lebih membosankan
  2. Perbedaan pendapat itu biasa Dalam berteman, hal seperti ini wajar. Perbedaan pendapat yang seringkali menimbulkan pertengkaran, sebenarnya adalah lumrah untuk dihadapi setiap orang. Tetapi pertengkaran bukanlah hal yang seharusnya menimbulkan perpecahan atau konflik berkepanjangan. Sesama teman, ada baiknya bila kita lebih lapang dalam menerima setiap perbedaan. Sila ketiga dalam pancasila adalah Persatuan Indonesia. Tapi bagaimana bisa bersatu bila kelompok kecilnya saja sudah tak lagi saling memelihara.
  3. Kenali budayanya Berbicara dengan orang tidak sebudaya, terkadang memang sedikit membingungkan saat kita tidak tahu topik apa yang akan dibicarakan. Oleh karenanya, mengenali budaya luar tidaklah harus, tapi penting! Penting saat kita diharuskan berteman dengan orang yang tidak sebudaya dengan kita. Luangkan waktu untuk mempelajari sedikit tentang kebudayaan pulau Lombok. Mengapa sedikit? Karena saat kamu tahu bahwa dia (temanmu) berasal dari kepulauan yang sama, kamu bisa bertanya banyak hal dari yang tidak kamu ketahui sebelumnya. Tapi selangi juga dengan pengetahuan yang telah kamu miliki sebelumnya. Biasanya, seseorang akan merasa senang saat ada satu atau dua hal yang orang lain tahu tentang dirinya. Dan setelah itu, dia akan mulai memberikan respon yang baik dengan mencoba mengenali kebudayaanmu.
  4. ‘Welcome’ Ungkapan ‘selamat datang’ adalah arti bahwa kamu menerimanya dengan baik dan akan memperlakukannya dengan baik juga. Moralitas dapat mengajarkan kita bagaimana berteman dengan orang berdasarkan kepribadiannya, bukan budaya ataupun bangsa yang dimilikinya. Selama perbedaan itu dihapuskan, maka berteman dengan siapapun bukan lagi menjadi hambatan.
  5. Hilangkan asumsi Sepertinya hanya kita yang walau berkulit hitam, tetap manis dipandang. Sedangkan orang di pulau seberang, melihat struktur tubuh dan mimik mukanya saja sudah bikin ketakutan. Hei sobat, apakah kebaikan dan keburukan seseorang bisa dipandang hanya berdasarkan dari apa yang kita lihat? Hilangkan asumsi seperti itu kepada seseorang yang notabene tidak sebudaya dengan kita. Jangan terlalu cepat berasumsi karena penampilan terkadang bisa menutupi keaslian dari siapa dan seperti apa orang itu sebenarnya. Milikilah rasa pengertian antar sesama. Dengan begitu, menyikapi perbedaan dalam berteman adalah perkara mudah.

2013-01-18

WELCOME MY GUARDIAN ANGEL ! *JAGA IMUET :)

         Good Morning Everybody who always love me yesterday , now until tomorrow :)
Kedekatan ini berawal dari seorang guru yang selalu bikin kelas menjadi ramai. Sebut saja gurunya itu MR.X. Kadang kala bapak guru ini tidak kerasa dalam membunyikan suaranya . Sampai kadang - kadang saya tidak mendengar suara beliau. Beliau adalah orang yang bijak menurut kelasku. Kelas XI IPA 4 . Kelas yang paling adorable , paling everything gonna be okay , paling easy going deh :) Awalnya cuman aku dan salah satu temanku saja yang tau. Ternyata banyak juga. Skandalnya itu terjadi waktu pelajaran materinya "JAGA IMAGEE". Eh , gak sengajanya bapak guru itu bicara bahwa bukan "JAGA IMAGE" tapi "JAGA IMUT" dengan raut muka yang sangat polos. HAHA :D terkesan kami selaku siswa kelas Synphony tertawa terbahak bahak. SALAM JAGA IMUT!